RSS

Berani melepaskan

sewaktu saya berlibur ke tangerang, beberapa hari begitu bosan saya rasakan di dalam rumah lalu diam2 saya merencanakan perjalan singkat dalam satu hari menuju jakarta pusat dan berlalu ke Bogor dan pulang ketika malam sudah larut,dalam perjalanan saya melihat seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan.
Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Saya yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup - jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.

Ini semua dapat diartikan :
supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.

Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.

Berkeras hati & berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.

Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. Karena tiada badai yang tak berlalu. Tiada Pesta yang tak pernah Usai. Semua yang ada didunia ini tiada yang abadi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hukum truk Sampah

suatu hari di bulan maret setelah saya dari medan karna sesuatu hal,saya pergi ke jakarta dan tinggal beberapa minggu di sana dan saya harus kembali ke Jambi, suatu ketika saya naik sebuah taksi menuju bandara SOETA tangerang.

kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. supir taxi menginjak Pedal rem dalam -dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa Cm dari mobil tersebut. pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. saya sangat heran dengan sikapnya yang sangat bersahabat. saya bertanya " mengapa bapak melakukannya? orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit..

saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "HUKUM TRUK SAMPAH".

ia menjelaskan bahwa banyk orang seperti truk sampah. mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustasi,kemarahan,kekecewaan. seiring semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuh kan tempat untuk membuang nya,dan sering kali mereka membuang nya kepada kita. jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan dan berkati mereka lalu lanjutkan hidup. jangan mengambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orng lain yang kita temui dimana pun.

intinya orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil hari-hari kita unutk merusak suasana hati kita. hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan kita dengan benar dan berdoalah bagi yang tidak benar.
satu kesimpulan yang saya tambahkan adalah "hidup itu 10 % mengenai apa yang kita buat dengannya dan 90 % tentang bagaimana kamu menghadapi nya.. hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu,tetapi tentang bagaimana BELAJAR MENARI DALAM HUJAN.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS